Berikut adalah sikap para Tabi’in yakni generasi yang hidup di kala Rasul sudah tidak ada dan mereka hanya menjumpai beberapa atau sebahagiaan dari Sahabat, ketika disampaikan kepada mereka perkataan-perkataan yang datang dari Rasulullah Salallahu alaihi wassalam.
Ada seorang menemui Said Bin Mussayib yang sedang sakit, dia menanyakan kepada beliau perihal sebuah hadits. Waktu itu beliau sedang berbaring, maka beliau duduk dan membacakan hadits tersebut. Orang tersebut berkata “ Aku tak ingin engkau memaksakan diri.” Said Mussayib berkata “ Aku tidak suka membacakan kepadamu sebuah hadits dari Rasulullah sambil berbaring,”
…Subhanallah, demikian penghargaannya terhadap ilmu yang berasal dari Nabi Allah ini. Jika ada adab membaca Al Qur’an dengan penuh santun dan sopan yakni menutup aurat, membaca ta’awudz dan sebaiknya menghadap Kiblat , dsb…maka terhadap hadits ada adabnya pula seperti yang ditunjukan oleh Tabi’in di atas. Sedangkan dari kalangan sahabat yakni Abdullah bin Mas’ud yang dikenal sebagi seorang yang wara’ dan sangat berhati-hati dengan ajaran-ajaran dari Rasulullah sampai badannya bergetar dan menggigil jika membawakan suatu hadits dari Rasul karena khawatir ada satu kesalahan yang dibuat dalalm penyampaiannya.
